corat-coretku#2

•March 14, 2010 • Leave a Comment

Aku baru saja mencorat-coret buku gambarku saat guru seni rupaku, pak Joni menyuruh kami membuat suatu sketsa. Bahkan aku pun tidak tahu betul apa itu yang dimaksud dengan sketsa dan bagaimana cara membuatnya. Aku nggak berbakat di bidang seni ini. Dan bahkan kupikir, seni itu gila dan tidak waras. Membuat semacam karya seni yang aku pun tak tahu artinya. Gambar abstrak pun dibilang eksotis. Apa yang bisa dinikmati dari gambar tak berbentuk itu ? Dan sekarang aku mulai mencobanya, membuat gambar serupa yang acak-acakan dengan spidol-spidolku. Hal ini lebih baik daripada aku harus membuat sketsa yang bahkan aku pun tak tahu artinya. Huft, melelahkan dan membosankan. Pikiranku mulai melayang-layang, membayangkan bahwa suatu hari nanti Joe akan menyatakan cintanya padaku. Lalu aku akan segera menerimanya dan kami berdua pacaran. Tetapi, tiba-tiba Bunga muncul dan merusak segalanya. Dia membuat Joe jatuh cinta padanya dan meninggalkanku. Oh, tunggu tunggu, mengapa lamunanku jadi semakin rusak begini ? kenapa Bunga harus muncul… Ini benar-benar tidak waras, aku pun mengakhirinya. Mulai melanjutkan mencorat-coret buku gambarku. Aku melihat gambar di sebelahku, milik Ketty. Gambarnya sudah mulai jadi dan sangat indah. Aku tidak tahu bagaimana dia bisa melakukan itu. Dia memang mempunyai otak dalam bidang seni. Bahkan, segala sesuatu tentang dia pun memiliki nilai seni tersendiri. Aku tidak tahu di mana letak seni itu, tapi ia selalu mengatakan bahwa semuanya harus memiliki nilai seni yang tinggi. Hal konyol yang pernah aku dengar dari teman anehku itu. Aku melihat sekeliling kelas, tapi aku tak menemukan Pak Joni di sudut mana pun. Rupanya, ia sudah memulai ritualnya untuk selalu keluar dari ruang kelas setelah memberi kami tugas. Aku merasa gerah dalam kelas ini, teman-temanku malah lempar-melempar kertas. Sebaiknya aku pergi ke toilet untuk mencuci muka. Biasanya aku mengajak Ketty untuk menemaniku pergi ke toilet, tapi kali ini tidak. Aku tidak mau mengganggu dia yang sedang asyik membuat suatu bentuk aneh di buku gambarnya. Lebih baik aku pergi sendiri dan sekalian berkeliling sekolah bila perlu.

Aku mulai berjalan melewati koridor di samping kelasku untuk menuju ke toilet. Saat melewati ruang guru, aku berjalan agak mengendap-endap, siapa tahu Pak Joni ada di dalam sana. Jika ia sampai tahu aku meninggalkan kelasnya tanpa ijin, aku bisa diberi tugas untuk membuat sepuluh sketsa minggu ini. Maka aku mencoba berjalan agak merunduk dengan sesekali berjinjit-jinjit, takut menimbulkan suara. Mataku tiba-tiba tertuju kepada dua orang yang sedang duduk di samping perpustakaan. Joe dan Bunga, mereka bahkan sedang tertawa-tawa di sana. Aku mencoba mendekatkan badanku ke tembok agar tidak terlalu terlihat. Mengamati mereka berdua adalah hal paling menyebalkan dalam hidupku. Kurasa Joe sedang mencoba mengajak Bunga untuk pergi bersamanya ke malam pertunjukkan drama sekolah. Bunga memperlihatkan wajahnya yang kebingungan, tapi lalu mengangguk tanda setuju. Sial, Bunga dan Joe akan pergi bersama ke malam pertunjukkan drama sekolah itu. Lalu aku ? bahkan tidak seorang pun yang mau mengajakku ke acara itu, apalagi Joe, dia malah mengajak Bunga. Aku hanya bisa memperlihatkan muka jengkelku dari balik tembok. Terlalu kesal, dan aku memutuskan untuk kembali ke kelas. Rasanya, sekolah hari ini jadi terasa sangat lama. Entah kenapa, aku menjadi tidak bersemangat lagi setelah melihat kejadian tadi. Bahkan, kesialan pun enggan menjauh dariku. Siang tadi, sebuah bola basket mendarat di mukaku dan menyebabkan mukaku memar.

-to be continued-

holidae-holidae:D

•March 5, 2010 • Leave a Comment

waa, liburan seru di Pacitan, rumah temen. seneng bisa liburan di sini tiga hari bareng temen-temen. walaupun agak sedikit bosen sih, perlu ide-ide khusus buat bikin lebih seru, tapi sebenernya seru koq. ke pantai, ke gunung, asik banget.. tapi malahan jadi tiba-tiba kangen sama rumah, sama ortu T.T

gila-gila’an, semuanya bikin seneng tapi juga sekaligus capek, jauhh. pengen cepet pulang, ketemu sama keluarga. jadi, aku memetik satu pelajaran penting kali ini. bahwa kita gak akan pernah bisa jauh dari yang namanya keluarga sekalipun ditemenin sama sobat deket😀

tentang kita

•February 15, 2010 • Leave a Comment

terkadang, suatu memori harus diabadikan. tentang aku, kamu, kita dan mereka.

aku dan sahabat masa smp-ku😀

ini foto hasil editanku yang gila abies. tiga orang paling menonjol di atas adalah obyek foto sebenarnya. tapi, gara-gara rame, temen-temenku yang laen juga ikutan deh. bahot, penclon, aku. sebenernya, masih adasatu lagi sahabatku yang lain. tapi kurasa, dia adalah makhluk paling gak narsis di antara kita berempat. alhasil, dia yang jadi fotografernya😀

oiya, aku suka banget foto di bawah lampu meja belajarku pake laptop. alasannya sih, biar nampak lebih cerah alias putih aja😀 canggih kan ideku ?? hahaha..

– sekian –

interview machen :)

•February 9, 2010 • Leave a Comment

hi world !  aku Destra, 15, seorang gadis gila yang tak pernah menyadari bahwa dirinya sendiri gila, wow..  amazing, tapi itulah kehidupanku,  i proud of my life, huhuuu🙂

tentang diriku

•February 8, 2010 • Leave a Comment

aku, orang mungkin nggak kenal banyak tentang aku. secara, aku bisa dibilang pendiem, tapi yah.. aku sebenarnya agak sedikit gila atau bisa dibilang gokil tapi agak lemot. ya, percampuran alias blasteran sifat yang konyol menurutku. pendiem+gila+lemot ! susah digambarin memang..

aku punya temen-temen gokil yang mungkin nggak segila aku. kadang, aku seneng bisa ngbuat mereka ketawa karena tingkah anehku. buat lelucon-lelucon kuno yang nggak berbobot, sampe bertingkah aneh pun kadang bisa aku lakuin. oia, aku juga punya sepasang bonyok (ceilee..)_pastinya, dan dua orang adik laki-laki nyebelin yang pernah ada di dunia, mungkin.  mereka selalu saja bertingkah aneh dan menyebalkan. apa mungkin ya ini warisan turun-temurun dari aku ?? masa sih ? tapi kukira aku nggak seaneh mereka. anehku itu, kalo kata temen-temen, unik dan lucu (uhuy!)..senengnya..

aku juga punya tiga sahabat baru sekarang. selalu aja terlihat berempat kemana-mana. destroy, kani, penclon, bahot ?! aneh memang, tapi lucu kan !! perpaduan antara sifat konyol, jenius, superrajin, dan penggila pink. kalo dipaduin gitu, jadi apa yaa ? tapi kita kompak koq, heh, iya nggak sih ? ya kata temen-temen sih gitu. ada aku pasti ada salah satu di antara mereka. pernah suatu hari, h+16 mungkin habis ultahku, mereka kasih aku mug warna ijo. dikira aku suka ngopi apa ? nyokapku sih emang suka, tapi kan bukan berarti anaknya juga se-ngegila itu. alhasil, mug itu dipake bulekku buat nge-susu (maksudku minum susu) tiap malem, wahaha. tapi bukan berarti aku nggak makasih sama kalian hlo ! aku tau sih, mug itu harganya mahal, ada tulisannya nama kita lagi. aku tetep suka koq🙂 tapi yang nyebelin  pas moment itu, aku disiram pake air panas! (sebenernya nggak panas sih, cuma nget, hihi). awas ya, giliran ultah habis aku, aku mau buat perhitungan..

ehm, ohok-ohok, uhuk-uhuk, ihh lebai ! udahan dulu, (garink maniak)  babai😀

corat-coretku :)

•February 8, 2010 • 2 Comments

Namaku Pretty, aku seorang gadis berusia 15 tahun yang mempunyai kehidupan nyata yang super aneh dan penuh kesialan. Dilihat dari namaku, mungkin nggak sebanding sama orangnya yang asli. Nggak tahu gimana orangtuaku bisa ngasih nama yang nggak normal kayak orang Indonesia lainnya itu. Apa mungkin terinspirasi dari nama anjing milik tetanggaku, tapi nggak mungkin juga karena umurnya baru 1 tahun. Pretty, um… agak aneh sih. Pertama kali denger nama itu pasti kepikirannya sama artis yang badannya super gede itu, Pretty Asmara. Tapi badanku kerempeng, nggak ada seksi-seksinya sama sekali. Nggak menarik, muka penuh dengan bintik-bintik bekas jerawat, rambut kayak sapu ijuk, waa… !!

Kehidupanku, aku punya ibu yang super protektif tapi kolot banget. Ayahku seorang pekerja keras yang gila banget sama teknologi. Bisa dibayangain kalau rumahku jadi kayak bangunan masa depan. Aku juga punya dua adik perempuan kembar yang menyedihkan. Mereka suka banget pakai semua barang-barangku. Masuk ke kamarku secara mengendap-endap, ngutak-atik semuanya, dan bahkan nyolongin. Aku jadi bingung kalau tiba-tiba roll rambutku ilang, terus tiba-tiba juga ditemuin sama ayahku dan dipake buat eksperimen teknologi barunya. Semua ini membuatku gila. Aku pengen punya keluarga normal kayak teman-temanku yang lain. Apalagi sama teman sekelasku itu, namanya Bunga. Beda banget sama namaku yang nggak lazim itu. Dia malah punya nama yang indah, kalau kata temen-temen cowoknya, seindah wajahnya. Keluarganya kaya, dan yang pasti normal, nggak kayak keluarga anehku itu. Dia bahkan pinter, nggak kayak aku yang tulalit banget. Dia juga punya banyak temen cowok, yang berjejer-jejer nunggu giliran buat jadi cowoknya. Dan salah satu dari cowok-cowok itu adalah Joe, cowok impianku.

-To be continued-